This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 01 September 2026

Kapolda Sumsel dan Kajati Sumsel Perkuat Koordinasi Antar-APH


PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menerima lawatan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H., di Mapolda Sumsel, Selasa (1/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan sinergi antara Polda Sumsel dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan sebagai aparat penegak hukum di wilayah Sumatera Selatan.

Pertemuan berlangsung di Ruang Delegasi Lantai 2 Mapolda Sumsel mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai. Kajati Sumsel Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. hadir bersama jajaran pejabat utama Kejati Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. dalam pertemuan tersebut didampingi Wakapolda Sumsel, Irwasda, Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Dirlantas, Dir PPA dan PPO, Dirpolairud, serta Kabid Propam.

Sementara itu, Kajati Sumsel Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. didampingi Wakajati Sumsel Rinaldi Umar, S.H., M.H., Asisten Bidang Intelijen Dr. Mhd Fatria, S.H., M.H., Asisten Bidang Pidana Umum Agustinus Octavianus Mangotan, S.H., M.H., serta para pejabat utama Kejati Sumsel lainnya dari bidang Pidana Khusus, Perdata dan Tata Usaha Negara, Pengawasan, Pemulihan Aset, Pidana Militer, hingga Bagian Tata Usaha.

Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. resmi menjabat sebagai Kajati Sumsel sejak 11 Agustus 2026. Ia menggantikan Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., yang mendapat penugasan baru sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional.

Lawatan kerja tersebut menjadi momentum awal untuk mempererat koordinasi antara Polda Sumsel dan Kejati Sumsel dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum. Sinergi antaraparat penegak hukum diperlukan untuk memastikan proses hukum berjalan profesional sekaligus mendukung terciptanya kepastian hukum dan stabilitas keamanan di Sumatera Selatan.

Koordinasi lintas institusi juga menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program pembangunan di daerah. Dengan komunikasi dan kerja sama yang semakin erat, Polda Sumsel dan Kejati Sumsel diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pertemuan Kapolda Sumsel dengan Kajati Sumsel yang baru mencerminkan soliditas aparat penegak hukum dalam membangun koordinasi dan sinergi di Sumatera Selatan.

“Sinergisitas dan koordinasi yang erat antara Polda Sumsel dan Kejati Sumsel merupakan kunci utama dalam menjamin penegakan hukum yang berkeadilan, cepat, serta transparan. Melalui pertemuan ini, diharapkan kerja sama lintas instansi dalam mengawal berbagai program pembangunan serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Bumi Sriwijaya dapat terus ditingkatkan secara optimal,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan memastikan koordinasi dengan Kejati Sumsel dan aparat penegak hukum lainnya akan terus diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung penegakan hukum yang profesional, menjaga stabilitas kamtibmas, serta memberikan kontribusi terhadap terciptanya Sumatera Selatan yang aman dan kondusif.

Editor : Manda 

Share:

Karhutla Jadi Ancaman Keamanan dan Geopolitik ASEAN, Tony Saputra Dorong Strategi Kolaboratif


PALEMBANG,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan lingkungan dan bencana alam. Karhutla telah berkembang menjadi persoalan keamanan, ekonomi, kesehatan masyarakat, penegakan hukum hingga kepentingan geopolitik Indonesia di kawasan ASEAN.

Perspektif tersebut diangkat Tony Saputra, S.H., S.I.K., M.H., peserta didik SESPIMMEN Polri T.A. 2026, dalam karya tulis akademiknya berjudul “Penegakan Hukum terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Era Perubahan Iklim: Strategi Collaborative Policing dalam Menjaga Keamanan Lingkungan dan Kepentingan Geopolitik Indonesia di ASEAN.”

Dalam karya tulis tersebut, Tony Saputra menilai penanganan karhutla membutuhkan perubahan paradigma dari pendekatan reaktif menjadi sistem yang lebih prediktif, preventif, kolaboratif dan berbasis scientific investigation.

Menurutnya, karakter karhutla yang kompleks membuat Polri tidak dapat bekerja sendiri. Penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BMKG, BNPB, perusahaan, masyarakat, akademisi hingga media.


*Karhutla Jadi Ancaman Keamanan Non-Tradisional*

Tony menjelaskan, karhutla memiliki karakter sebagai ancaman keamanan non-tradisional karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan.

Kebakaran dapat mengancam keselamatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi, menimbulkan persoalan kesehatan, merusak ekosistem, memicu konflik sosial serta menimbulkan kerugian negara.

Lebih jauh, asap yang terbawa angin juga dapat melintasi batas negara sehingga persoalan karhutla berpotensi berkembang menjadi persoalan regional.

Dalam karya tulisnya, Tony menyoroti kondisi kawasan ASEAN pada Agustus 2026 ketika ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) meningkatkan status peringatan kawasan ASEAN bagian selatan menjadi Alert Level 3 setelah mendeteksi peningkatan aktivitas hotspot dan kondisi asap, termasuk indikasi asap lintas batas dari wilayah Kalimantan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Indonesia memiliki konsekuensi yang lebih luas terhadap hubungan dengan negara-negara tetangga.

“Karhutla dapat berkembang dari persoalan lokal menjadi persoalan regional ketika asap memasuki wilayah negara lain,” demikian substansi analisis Tony dalam karya tulisnya.


*Penegakan Hukum Harus Berbasis Scientific Investigation*

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah kompleksitas pembuktian tindak pidana karhutla.

Menurut Tony, luas wilayah terbakar, sulitnya akses menuju lokasi serta perubahan kondisi tempat kejadian setelah proses pemadaman membuat penyidik membutuhkan metode pembuktian yang lebih komprehensif.


Penyidikan tidak cukup hanya mengandalkan pengakuan maupun keterangan saksi.

Konstruksi perkara perlu diperkuat melalui olah tempat kejadian perkara, titik koordinat, kondisi lahan, pola pembakaran, dokumen penguasaan lahan, aktivitas perusahaan, alat berat, rekaman komunikasi, data satelit, drone, keterangan ahli serta alat bukti lain yang relevan dan diperoleh secara sah.

Pendekatan tersebut diperlukan agar penanganan perkara karhutla semakin mengedepankan scientific investigation.

Tony juga menekankan pentingnya melihat persoalan secara menyeluruh. Penegakan hukum tidak hanya menjawab siapa yang melakukan pembakaran, tetapi juga perlu mengungkap siapa yang menguasai lahan, siapa yang memperoleh keuntungan dan apakah terdapat pembiaran atau kelalaian yang dapat dibuktikan secara hukum.

Namun, penindakan terhadap korporasi tetap harus didasarkan pada fakta dan alat bukti yang sah.

Prinsip tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara ketegasan penegakan hukum dan kepastian hukum, sekaligus mencegah kriminalisasi terhadap pihak yang tidak terbukti bertanggung jawab.



*Dorong Collaborative Policing*

Tony menawarkan pendekatan collaborative policing sebagai salah satu strategi menghadapi kompleksitas karhutla.

Model tersebut mengintegrasikan Polri, TNI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BMKG, BNPB, perusahaan, masyarakat, akademisi dan media dalam satu rangkaian penanganan.

Tahapannya mencakup deteksi, verifikasi, pencegahan, pemadaman, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemulihan dan evaluasi.

Dalam model tersebut, Polri memiliki peran strategis dalam penyelidikan dan penegakan hukum. Sementara itu, unsur lainnya menjalankan fungsi sesuai kewenangan masing-masing.

Masyarakat juga ditempatkan sebagai bagian dari sistem deteksi dini melalui penguatan community policing dan jejaring masyarakat peduli lingkungan.

Dengan pola tersebut, informasi mengenai hotspot maupun potensi kebakaran diharapkan dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan lapangan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.


*Teknologi Perkuat Pencegahan dan Penyidikan*

Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu bagian penting dalam gagasan Tony.

Data satelit dapat digunakan untuk mendeteksi hotspot dan memetakan wilayah rawan. Drone dapat dimanfaatkan untuk pemantauan lokasi, dokumentasi TKP, pemetaan luas kebakaran serta identifikasi aktivitas manusia.

Sementara Geographic Information System (GIS) dapat mengintegrasikan data hotspot dengan kawasan hutan, konsesi, perkebunan, jalan, permukiman, sumber air dan riwayat kebakaran.

Integrasi data tersebut dapat membantu kepolisian menentukan prioritas patroli, melakukan verifikasi lapangan sekaligus memperkuat konstruksi perkara.

Tony menilai teknologi seharusnya tidak hanya digunakan untuk memantau kebakaran, tetapi menjadi bagian integral dari sistem pencegahan dan penegakan hukum.


*Karhutla Berkaitan dengan Kepentingan Geopolitik*

Dalam perspektif geopolitik, keberhasilan Indonesia menangani karhutla juga dinilai dapat memengaruhi kredibilitas Indonesia di kawasan ASEAN.

Ketika asap memasuki wilayah negara lain, dampaknya dapat berkembang dari gangguan kesehatan dan ekonomi menjadi tekanan publik hingga persoalan diplomatik.

Karena itu, Indonesia perlu menunjukkan kemampuan dalam mencegah kebakaran, mendeteksi hotspot secara cepat, menindak pelaku berdasarkan hukum, memulihkan lingkungan serta membangun kerja sama dengan negara-negara ASEAN.

Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui pertukaran informasi, pemantauan hotspot, komunikasi darurat, kerja sama teknis dan diplomasi lingkungan.


*Keberhasilan Tidak Hanya Diukur dari Jumlah Tersangka*

Dalam perspektif kepemimpinan strategis, Tony menilai keberhasilan penegakan hukum karhutla tidak semata-mata diukur dari jumlah tersangka.

Keberhasilan harus dilihat dari kemampuan negara mencegah kebakaran, mengidentifikasi pelaku secara tepat, membangun pembuktian yang kuat, memutus rantai keuntungan dari kejahatan lingkungan, melindungi masyarakat serta mendorong pemulihan lingkungan.

Dalam karya tulis tersebut disebutkan, Polri hingga 21 Agustus 2026 telah menangani 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, dengan 72 tersangka perorangan dan luas lahan terbakar dalam perkara yang ditangani mencapai 1.006,67 hektare.

Data tersebut, menurut Tony, memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi dan tidak berhenti pada tindakan setelah kebakaran terjadi.


*Kepemimpinan Polri Harus Adaptif*

Tony menempatkan persoalan karhutla sebagai salah satu contoh nyata pentingnya kepemimpinan strategis dalam menghadapi ancaman keamanan kontemporer.

Seorang pemimpin Polri dituntut mampu membaca perubahan lingkungan strategis, mengidentifikasi ancaman, membangun kolaborasi, mengintegrasikan sumber daya, mengambil keputusan berbasis data, mengelola komunikasi publik serta memastikan penegakan hukum berjalan profesional.

Karena itu, paradigma penanganan karhutla perlu diarahkan dari fire fighting oriented menuju integrated environmental security policing.

Pendekatan tersebut menggabungkan predictive policing, preventive policing, collaborative policing dan scientific policing dengan dukungan teknologi serta partisipasi masyarakat.

Pada akhirnya, menurut Tony, keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya ketika pelaku berhasil ditangkap.

Lebih dari itu, negara harus mampu mencegah kebakaran, memastikan pertanggungjawaban hukum, melindungi masyarakat, memulihkan lingkungan dan menjaga kepercayaan Indonesia di mata masyarakat internasional.

Gagasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tantangan kepolisian masa depan tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kejahatan, tetapi harus ditempatkan dalam keterkaitan antara keamanan, lingkungan, ekonomi, teknologi, masyarakat, tata kelola pemerintahan dan geopolitik.

Editor : Manda 

Share:

Senin, 31 Agustus 2026

Polda Sumsel Dorong Penyidikan Karhutla Berbasis Alat Bukti Berkualitas

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat kemampuan penyidikan untuk mengoptimalkan penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin sore (31/8/2026). Penguatan dilakukan di tingkat Direktorat Reserse Kriminal Khusus maupun Polres jajaran.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol. Doni Satrya Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. Jajaran Polres Musi Banyuasin mengikuti pengarahan secara daring.

Pengarahan menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan proses penegakan hukum Karhutla yang dilakukan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel dan penyidik Tipidter Polres jajaran. Wakapolda menekankan peningkatan kesiapan dan kualitas penanganan perkara, terutama di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Wakapolda, penegakan hukum merupakan salah satu instrumen penting dalam pencegahan Karhutla. Proses hukum tidak hanya bertujuan memberikan sanksi kepada pelaku, tetapi juga menciptakan efek jera agar praktik pembakaran hutan dan lahan tidak berulang.

Karena itu, penyidik diminta bergerak cepat sejak awal kejadian. Wakapolda mengingatkan penyidik agar tidak menunggu api benar-benar padam untuk memulai langkah penyelidikan dan penyidikan.

Saat kebakaran masih berlangsung, penyidik sudah dapat melakukan pengamatan, mendokumentasikan kondisi awal, mencari saksi, serta mengumpulkan data dan petunjuk tanpa mengganggu proses pemadaman. Pengamanan TKP juga menjadi perhatian agar barang bukti maupun petunjuk penting tidak rusak atau hilang.

Salah satu kemampuan yang ditekankan ialah menemukan titik asal api. Penyidik harus menelusuri pola rambatan api, arah angin, kondisi lahan, serta mencocokkannya dengan keterangan saksi untuk menentukan apakah peristiwa terjadi karena kelalaian atau terdapat unsur kesengajaan.

Pemeriksaan juga harus dilakukan secara menyeluruh terhadap pemilik lahan, pemilik lahan yang berbatasan langsung, orang yang pertama mengetahui kebakaran, hingga pihak lain yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kejadian. Kepala desa juga perlu dimintai keterangan terkait kepemilikan lahan, kondisi wilayah, dan langkah pencegahan Karhutla yang telah dilakukan.

Wakapolda meminta penyidik tidak serta-merta menerima alibi pihak yang diperiksa. Setiap keterangan harus diuji dengan fakta objektif di lapangan, termasuk melalui analisis arah angin, pola rambatan api, serta temuan fisik di TKP.

“Konstruksi pasal harus mengikuti fakta dan alat bukti, bukan sebaliknya,” menjadi salah satu penekanan Wakapolda kepada penyidik. Setiap unsur tindak pidana harus dibuktikan berdasarkan fakta dan alat bukti yang relevan agar konstruksi perkara dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Penguatan pembuktian juga tidak hanya bertumpu pada keterangan saksi. Penyidik diarahkan memanfaatkan keterangan ahli, surat, barang bukti hingga bukti elektronik, seperti rekaman CCTV, video dari telepon genggam maupun data digital lainnya yang berkaitan dengan perkara. Bukti elektronik tersebut harus diperoleh dan dikelola sesuai prosedur agar memiliki kekuatan pembuktian.

Wakapolda juga menekankan bahwa kualitas penyidikan bukan ditentukan oleh tebalnya berkas perkara, melainkan kekuatan dan keterkaitan alat bukti dalam membuktikan setiap unsur pidana.

“Berkas perkara tidak perlu tebal, tetapi harus berisi alat bukti yang berkualitas dan substansial,” tegasnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol. Doni Satrya Sembiring menekankan pentingnya kemampuan analisis penyidik dalam menangani kebakaran yang terjadi di areal perkebunan maupun korporasi. Penyidik harus mampu membaca pola kejadian serta menguji secara ilmiah berbagai keterangan mengenai sumber dan rambatan api.

Dalam perkara yang melibatkan perusahaan, penyidik juga perlu mendalami dokumen perizinan, SOP sistem pengendalian Karhutla, kesiapan personel, anggaran, serta sarana dan prasarana pencegahan kebakaran. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat diperkuat melalui keterlibatan ahli dan Laboratorium Forensik.

Penanganan perkara korporasi juga diarahkan untuk mengurai hubungan antara kebijakan perusahaan, keputusan manajemen, tindakan di lapangan, serta pihak yang bertanggung jawab. Dokumen perusahaan, keputusan penggunaan anggaran maupun bukti elektronik dapat menjadi bagian penting dalam membangun konstruksi perkara.

Wakapolda selanjutnya menginstruksikan jajaran fungsi Reserse Kriminal meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan tim yang dapat difokuskan dalam penanganan perkara Karhutla. Koordinasi antara Ditreskrimsus Polda Sumsel dan Polres jajaran juga diperkuat agar penanganan perkara berjalan cepat, terarah dan profesional.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan peningkatan kemampuan penyidikan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam memastikan setiap dugaan tindak pidana Karhutla ditangani secara profesional dan berbasis pembuktian.

“Upaya pencegahan dan pemadaman terus berjalan. Namun ketika ditemukan adanya dugaan tindak pidana, penegakan hukum juga harus dilakukan secara maksimal. Penyidik harus mampu membaca fakta di lapangan, mengamankan alat bukti dan membangun konstruksi perkara yang kuat sehingga dapat dipertanggungjawabkan dalam proses hukum,” ujarnya.

Melalui penguatan penyidikan tersebut, Polda Sumsel menangani Karhutla secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dan penanggulangan hingga penegakan hukum yang profesional, terukur dan berbasis bukti. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya praktik pembakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Editor : Manda

Share:

Minggu, 30 Agustus 2026

Penuh Keakraban, Danrem 044/Gapo Lepas Keberangkatan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara SMB II


​PALEMBANG, 28 Agustus 2026 – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud mendampingi dan melepas keberangkatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (28/8/2026). Kehadiran Danrem menjadi penutup dari agenda kunjungan kerja Kasad di Provinsi Sumatera Selatan.

​Dalam suasana keakraban, Danrem 044/Gapo beserta jajaran menyampaikan penghormatan serta ucapan selamat jalan sebelum Kasad melanjutkan perjalanan tugas berikutnya. Seluruh jalurnya pengamanan hingga prosesi lepas landas berjalan kondusif dan lancar.

​Menurut Danrem, kehadiran Kasad di wilayah Sumatera Selatan memberikan dorongan semangat bagi jajaran prajurit di daerah dalam menjalankan tugas pokok serta mengawal program strategis TNI AD.

​“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kunjungan kerja Bapak Kasad di wilayah Sumatera Selatan berjalan dengan aman dan lancar. Kami mengucapkan selamat jalan dan semoga perjalanan selanjutnya diberikan kelancaran,” tutur Danrem.

​Lebih lanjut, Korem 044/Gapo menegaskan kesiapannya untuk terus mendukung kebijakan pimpinan TNI AD serta menjaga hubungan harmonis dengan seluruh komponen masyarakat demi terciptanya keamanan dan kesejahteraan di Sumatera Selatan. (Manda)

Share:

Perkuat Literasi AI di Dunia Pendidikan, Polda Sumsel dan Google for Education Latih Guru Madrasah Sumsel


PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap transformasi digital di sektor pendidikan melalui Pelatihan Training of Trainer (TOT) Program Paham AI pada Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat TK III Giat 9.1 dan 9.2 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., dan diikuti perwakilan personel Polda Sumsel serta Polres jajaran, tim TOT Paham AI Polda Sumsel, guru-guru madrasah se-Sumatera Selatan, serta unsur Kementerian Agama, Google for Education, dan trainer Websis for Edu.

Sejumlah pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Spesialis Pendidikan Google for Education Azis Resy, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumsel Dr. H. Taupik, S.Pd.I., M.H., Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MI dan MTs Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama RI Rini Rizki Rahmayani, S.Si., M.Commun., serta Katim Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel H. Almuzakir, S.E., M.Pd.

Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Quick Wins Polri dalam mempercepat transformasi digital yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya sektor pendidikan. Penguatan pemahaman mengenai kecerdasan artifisial juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Spesialis Pendidikan Google for Education dan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penayangan sambutan Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Ahmad Aditiya, Ph.D., melalui tayangan video, pembukaan oleh Karo SDM Polda Sumsel, foto bersama, pemaparan pengantar kecerdasan artifisial, serta sesi coffee break.

Dalam sambutannya, Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman teknologi bagi tenaga pendidik di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin pesat.

“Pelatihan Paham AI ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung percepatan transformasi digital yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para guru madrasah agar dapat memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran,” ujar Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo.

Guru-guru madrasah menjadi kelompok sasaran utama dalam pelatihan tersebut. Melalui program TOT, peserta diharapkan memperoleh peningkatan kapasitas dalam memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kolaborasi antara Polri, Google for Education, dan Kementerian Agama juga memperluas ruang sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi. Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi Polda Sumsel dalam menghadirkan manfaat Quick Wins Polri secara langsung kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pelatihan TOT Paham AI merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel menghadirkan transformasi yang berdampak bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penguatan literasi teknologi dan kecerdasan artifisial bagi tenaga pendidik seperti ini,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab.

Pelatihan TOT Program Paham AI ini menjadi wujud sinergi Polda Sumatera Selatan, Google for Education, dan Kementerian Agama dalam mendukung Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas guru madrasah, manfaat transformasi digital diharapkan dapat semakin luas dirasakan dalam lingkungan pendidikan di Sumatera Selatan. (Manda)

Share:

Mesin AWC Polres Ogan Ilir Dikerahkan Padamkan Karhutla di Palem Raya

OGAN ILIR — Tim gabungan Operasi Aman Nusa II Posko Indralaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas lebih kurang 1 hektare di kawasan Palem Raya Tol Km 17, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 19.40 WIB di titik koordinat -3,1920300, 104,6904755. Petugas berhasil memadamkan seluruh api pada pukul 21.00 WIB, sementara sumber api belum diketahui secara pasti.

Penanganan dipimpin Padal Karhutla Aman Nusa II Polsek Indralaya Posko Indralaya, AIPTU Fitriadi. Sebanyak 6 personel Polri BKO, 5 personel Polres Ogan Ilir, dan 11 personel PT HK terlibat dalam pemadaman.

Petugas menghadapi kendala karena titik api berada di dalam area kebun sawit yang telah mengering. Struktur tanah gambut juga menyulitkan pergerakan personel serta proses pemadaman dari dalam lokasi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim menggunakan mesin Armored Water Cannon (AWC) milik Polres Ogan Ilir. Upaya tersebut membantu petugas menjangkau dan memadamkan api hingga kondisi di lokasi dinyatakan padam.

Dir Samapta Polda Sumsel, KOMBES POL. RIDWAN, S.I.K., selaku KA Opsda Operasi Aman Nusa II, terus memantau kesiapan dan pergerakan personel di lapangan guna memastikan langkah mitigasi karhutla berjalan efektif, cepat, dan terukur di wilayah rawan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan KOMBES POL NANDANG MU’MIN WIJAYA, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman karhutla. Kepolisian bersama instansi terkait akan terus bersiaga mengantisipasi potensi titik api.

Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat dan pihak korporasi meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada posko atau aparat terdekat apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. (Manda)

Share:

Jumat, 28 Agustus 2026

Kapolda Sumsel Raih Penghargaan atas Kiprah Menjaga Keamanan dan Ketahanan Energi


JAKARTA, — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menerima penghargaan detikSumatera Awards 2026 dalam kategori Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya, Jumat (28/8/2026) malam.

Penghargaan dalam Anugerah Figur Akselerator Kemajuan tersebut diterima langsung Kapolda Sumsel pada acara yang digelar di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta. Trofi penghargaan diserahkan Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi.

Penghargaan itu menjadi apresiasi terhadap kiprah Polda Sumsel dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi di Sumatera Selatan melalui pengamanan, kolaborasi lintas sektor, serta berbagai program yang melibatkan masyarakat.

Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi kepada detik.com dan seluruh pihak yang memberikan penghargaan tersebut kepada Polda Sumatera Selatan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bahwa Polda Sumatera Selatan bisa ikut memberikan kiprah dalam rangka ketahanan energi di Sumatera Selatan, khususnya melaksanakan program Bapak Presiden untuk swasembada energi, meningkatkan lifting minyak yang ada di Sumatera Selatan, dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumur minyak rakyat yang ada di Sumatera Selatan,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Menurut Kapolda, upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

“Mudah-mudahan ini bisa membawa kemanfaatan bagi masyarakat Sumatera Selatan, bisa meningkatkan perekonomian, kesejahteraan, serta menjadikan pemerintah dan masyarakat semakin solid dan semakin kuat untuk bisa melaksanakan pembangunan-pembangunan lainnya, sehingga Sumatera Selatan menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Di sisi lain, Polda Sumsel terus memperkuat pemeliharaan Kamtibmas melalui pendekatan kepolisian yang humanis dan berbasis kemitraan masyarakat. Sejumlah program yang dijalankan antara lain SAROMA (Sambang Ronda Malam), SULING (Subuh Keliling), Jumat Curhat dan Kedai DEKAT, serta penguatan sistem pengamanan swakarsa melalui Satkamling.

Kemitraan dengan masyarakat juga dikembangkan melalui keterlibatan komunitas ojek online sebagai mitra strategis kepolisian. Melalui Kedai ADO Presisi, Kedai Kamtibmas hingga gerakan Nyago Bumi Sriwijaya, komunitas ojol dirangkul untuk ikut menjaga keamanan, keselamatan berlalu lintas, serta memberikan informasi cepat terkait potensi gangguan Kamtibmas di lapangan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus digaungkan Kapolda Sumsel. Menurutnya, keamanan tidak dapat dibangun kepolisian sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kita tidak membutuhkan seorang pahlawan tunggal Superman seperti yang ada di televisi, melainkan membutuhkan sebuah Super Team yang dibangun dari seluruh komponen yang ada. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga hanya melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat kita mampu menciptakan situasi yang aman,” tegas Kapolda.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap program strategis pemerintah.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus menjaga Kamtibmas yang kondusif, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat,” ujarnya.

detikSumatera Awards 2026 digagas oleh detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom di Pulau Sumatera. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi pemerintah, BUMD hingga korporasi yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Sumatera melalui sejumlah kategori penghargaan.

Penghargaan Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya menjadi dorongan bagi Polda Sumsel untuk terus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Dengan stabilitas Kamtibmas yang terjaga serta pengelolaan potensi energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, Polda Sumsel terus berkontribusi mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju dan sejahtera.

Editor : Manda

Share:

Khidmat dan Penuh Makna, SMAN 5 Palembang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW


PALEMBANG — Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti SMA Negeri 5 Palembang saat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual bagi seluruh warga sekolah untuk meneladani kepribadian Rasulullah SAW.

Mengusung tema "Meneladani Kepribadian Nabi Muhammad SAW untuk Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter dan Berintegritas", seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan alunan syahdu seni hadroh, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an (tadarussal), serta selawat bersama yang dilantunkan secara kompak oleh siswa, guru, dan staf.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan pengurus komite sekolah, di antaranya Hamzah Zainuddin MS, Agung Rahmadi, Alfian, dan Kak Firdaus. Puncak peringatan diisi dengan tausiyah mendalam yang disampaikan oleh penceramah Habib Ust. Muhammad A. Syahab.

Kepala SMAN 5 Palembang, Dra. Hj. Ria Wilastri, M.M., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk mengajak para siswa melakukan refleksi diri atas perjuangan agung Rasulullah SAW.

"Peringatan ini adalah momen refleksi untuk mengingat kembali betapa susahnya perjuangan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan (jahiliah) menuju zaman yang terang benderang. Salah satu fokus pendidikan karakter yang terus kami perkuat di SMAN 5 Palembang adalah aspek religius," tutur Ria Wilastri.

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh warga sekolah dalam tiap prosesi acara diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi pembentukan mental dan spiritual para siswa.

"Melalui refleksi diri masing-masing, kami berharap seluruh warga SMAN 5 Palembang mendapatkan hikmah dan hidayah. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki toleransi yang tinggi, serta senantiasa menjaga adab dan akhlak. Karena adab itu berada di atas segala-galanya, sebagaimana yang disampaikan Ustadz dalam tausiyahnya," tegasnya.

Melalui kegiatan yang berlangsung khidmat ini, SMAN 5 Palembang menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak mulia, dan berintegritas tinggi. (Red)

Share:

Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama


Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya membantu Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Agama. Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. 

"Prof Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama," tegas Kamaruddin, di Jombang, Kamis (27/8/2026).

Penegasan ini disampaikan Kamaruddin menyusul besarnya dukungan kepada Menag Nasaruddin Umar untuk ikut mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 di Jombang.

Menurut Kamaruddin, Menag Nasaruddin Umar berkomitmen melanjutkan tugas yang diamanahkan oleh Presiden Prabowo dalam pembinaan umat beragama. Karenanya, Menag akan terus menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama, serta pendidikan agama dan keagamaan.

"Jadi Menag akan fokus membina umat beragama. Menag menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan muktamirin. Menag berharap muktamar ke-35 NU ini akan menghasilkan program dan kepemimpinan terbaik untuk masa depan ormas terbesar di Indonesia ini. Meski demikian beliau akan tetap berkhidmat untuk NU dimanapun posisinya," sebut Kamaruddin.

"Kemenag akan terus menjalin sinergi dengan semua ormas dalam merawat kehidupan dan kerukunan umat yang menjadi fondasi penting pembangunan," tandasnya. (Manda/rilis)

Share:

Kamis, 27 Agustus 2026

Klinik Restu Ibu Pastikan Layanan KIA Peserta JKN Optimal


Palembang – Klinik Restu Ibu, salah satu mitra kerja sama BPJS Kesehatan Cabang Palembang, berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya melalui layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Komitmen tersebut diwujudkan dengan memaksimalkan layanan Ante Natal Care (ANC), Post Natal Care (PNC), serta ultrasonografi (USG) bagi peserta yang membutuhkan.

Supervisor Klinik Restu Ibu, Seli Marselina, mengatakan klinik siap mendukung Program JKN dengan memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta sesuai kebutuhan medis dan ketentuan yang berlaku.

“Kami berkomitmen mendukung penuh Program JKN dengan memastikan peserta mendapatkan pelayanan yang baik, termasuk pemeriksaan kehamilan melalui ANC, pemantauan setelah persalinan melalui PNC, serta pemeriksaan USG sesuai indikasi medis,” kata Seli.

Menurut Seli, layanan KIA menjadi salah satu fokus yang terus diperhatikan Klinik Restu Ibu karena berkaitan langsung dengan kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan secara lebih terarah dan berkesinambungan.

ANC atau Ante Natal Care merupakan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi ibu selama masa kehamilan. Pemeriksaan ini bertujuan memantau kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin sekaligus mendeteksi lebih dini apabila terdapat risiko atau masalah selama kehamilan.

Sementara itu, PNC atau Post Natal Care merupakan pelayanan kesehatan setelah persalinan. Layanan ini penting untuk memantau kondisi ibu pada masa nifas, memastikan proses pemulihan berjalan baik, sekaligus mendukung pemantauan kesehatan bayi setelah dilahirkan.

Adapun USG merupakan pemeriksaan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran kondisi organ atau bagian tubuh, termasuk untuk melihat perkembangan janin selama kehamilan. Pemeriksaan USG dilakukan berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan medis dari tenaga kesehatan.

Seli menilai keberadaan layanan tersebut memberikan manfaat bagi peserta karena pemeriksaan kesehatan ibu dan anak dapat dilakukan secara lebih komprehensif di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan pelayanan yang optimal, peserta tidak hanya memperoleh akses pengobatan ketika mengalami keluhan, tetapi juga mendapatkan pemantauan kesehatan sesuai tahapan yang dibutuhkan.

“Kami ingin peserta merasa mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhannya. Karena itu, layanan KIA terus kami perhatikan, mulai dari pemeriksaan kehamilan, pemantauan setelah persalinan, hingga pemeriksaan penunjang seperti USG sesuai indikasi,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara Klinik Restu Ibu dan BPJS Kesehatan Cabang Palembang dapat terus diperkuat sehingga pelayanan kesehatan bagi peserta JKN semakin baik. Menurutnya, sinergi antara fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan peserta memperoleh pelayanan sesuai hak dan kebutuhannya.

“Kami berharap sinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dapat terus berjalan. Melalui kerja sama yang baik, kami dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta JKN,” kata Seli.

Pelayanan KIA yang optimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan. Peserta dapat memperoleh pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan secara bertahap, sementara tenaga kesehatan dapat melakukan identifikasi awal terhadap kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Harapannya penguatan pelayanan seperti layanan KIA ini dapat meningkatkan pengalaman peserta saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan. (Manda)

Share:

Definition List

Unordered List

Support